Pra-diabetes
adalah kondisi dimana kadar gula darah seseorang berada diantara kadar normal
dan diabetes, lebih tinggi dari pada normal tetapi tidak cukup tinggi untuk
dikatagorikan ke dalam diabetes tipe 2. Di Indonesia Jumlah orang yang berada
pada fase Pra-Diabeetes, diperkirakan cukup tinggi, jauh lebih tinggi dari pada
penderita diabetes.
Kondisi
pra-diabetes merupakan faktor risiko untuk diabetes, serangan jantung dan
stroke. Apabila tidak dikontrol dengan baik, kondisi pra-diabetes dapat
meningkat menjadi diabetes tipe 2 dalam kurun waktu 5-10 tahun. Namun
pengaturan diet dan olahraga yang baik dapat mencegah atau menunda timbulnya
diabetes.
Ada
dua tipe kondisi pra-diabetes, yaitu:
- Impaired
Fasting Glucose (IFG), yaitu
keadaan dimana kadar glukosa darah puasa seseorang sekitar 100-125 mg/dl (kadar
glukosa darah puasa normal: <100 mg/dl), atau
- Impaired
Glucose Tolerance (IGT) atau Toleransi Glukosa Terganggu
(TGT), yaitu keadaan dimana kadar glukosa darah seseorang
pada uji toleransi glukosa berada di atas normal tetapi tidak cukup tinggi
untuk dikatagorikan ke dalam kondisi diabetes. Diagnosa IGT ditetapkan
apabila kadar glukosa darah seseorang 2 jam setelah mengkonsumsi 75 gram
glukosa per oral berada diantara 140-199 mg/dl.